| Wawancara Bersama Arul Khan |
|
| Ditulis oleh Ovan Taufik |
| Selasa, 29 April 2008 00:47 |
|
"Punya jadwal. Jelas sasaran naskahnya pada saat naskah selesai, jadi tidak asal nulis yang gambling atau istilahnya belum tahu mau dilempar di mana dan juga punya azzam serta niat yang kuat kalo ini adalah demi kebaikan." Kalimat diatas adalah jawaban Kang Arul mengenai cara menulis yang baik. Arul Khan adalah salah satu penulis industri yang telah banyak menghasilkan buku-buku best seller. Diantaranya, AHMADINEJAD -The Lion from Aradan-, Jadi Penulis TOP BGT, Hidayat Nur Wahid, dan Menjadi Ayah yang Shaleh. Tanya (T) : Sejak kapan Kang Arul Menulis? Jawab (J) : Sejak tahun 1988. Pertama kali dimuat adalah cerpen di sebuah tabloid mingguan. Honornya waktu itu 20 ribu. (T) : Apa alasan Kang Arul menulis? (J) : Karena senang aja menumpahkan pengalaman dalam bentuk tulisan sebagai terapi jiwa dan juga sebagai usaha yang dikombinasikan dengan hobi dan menghasilkan uang. (T) : Apakah Kang Arul langsung sukses sebagai penulis? (J) : Hhmm.. keliatannya nggak tuh. Cukup lama juga soalnya memulai menulis, itung-itung 20 tahunan dan sekarang masih terus belajar menulis dan menulis. Sukses? Wah, kayaknya jauh, tuh. (T) : Apa judul buku pertama Kang Arul yang diterbitkan? (J) : Buku pertama kali judulnya M Natsir: Konsep Pendidikan Integralistik di Indonesia. Buku yang disponsori oleh Ford Foundation. (T) : Apa kegiatan Kang Arul saat ini (Bekerja dimana dan menyiapkan buku apa?) (J) : Sekarang jadi dosen dan konsultan media serta public relations, juga menangani www.menulisyuk.com. Sekarang sedang menyiapkan 30 cerita anak, 1 novel, dan 4 tulisan non fiksi. (T) : Bagaimana cara menulis yang baik menurut Kang Arul? (J) : Punya jadwal Jelas sasaran naskahnya pada saat naskah selesai, jadi tidak asal nulis yang gambling atau istilahnya belum tahu mau dilempar di mana dan juga punya azzam serta niat yang kuat kalo ini adalah demi kebaikan.... he.he (T) : Bagaimana Kang Arul menjaga semangat agar menulis tetap ada? (J) : Semangatnya harus dicari. Kadang ada juga bad mood. Cuma itu tadi, kalo dasarnya nulis untuk kebaikan dan juga untuk mendapatkan penghasilan yang halal jadinya semangat dan itu nggak bisa sehari-sebulan-setahun. Perlu kerja keras bertahun-tahun sehingga bisa menjaga semangat terus. (T) : Pesan Kang Arul untuk para penulis pemula? (J) : Oya, menulis aja dari hati... Sebab kalo hati seneng semuanya akan senang.
|












